KLIKSURABAYA.CO.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, Akhmad Sururi, menjelaskan hikmah Isra’ Mi’raj dihadapan siswa-siswi, para dewan guru, serta staf TU MTsN Bangkalan pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Rabu (22/02) di Musala Nahdlatul Ummah.
Sururi mengatakan ada tiga hikmah yang bisa umat Nabi Muhammad ambil. Yang pertama adalah keistimewaan malam hari. “Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi dilaksanakan malam hari. Kenapa? Karena malam hari itu istimewa,” ungkap Sururi, “Kita bangun disaat orang lain tengah tertidur hingga keutamaan sepertiga malam sudah tidak diragukan lagi istimewanya.”
Yang kedua, menurut Sururi, peristiwa Isra’ Mi’raj juga menguji kepercayaan umat Nabi Muhammad kala itu. “Banyak yang tidak percaya kalau peristiwa itu diselenggarakan pada satu malam, mengingat jarak Mekah ke Masjidil Aqso yang jauh,” lanjut beliau, “Ini bisa kita ambil hikmahnya bahwa sebagai umat atau makmum, kita harus percaya sepenuhnya kepada pemimpin atau imam.”
Selain itu, hikmah yang ketiga, Sururi menyebutkan bahwa pada peristiwa ini pula, umat Nabi Muhammad mendapatkan dispensasi jumlah rakaat salat fardhu, yang sebelumnya diperintahkan sebanyak lima puluh rakaat menjadi hanya lima rakaat.
”Ini yang harus kita jaga dan harus istiqomah. Salat sebagai tiang agama harus dilaksanakan bukan hanya sekedar gugur kewajiban,” sambungnya, “Apalagi diera disrupsi teknologi dan digial yang mampu mengalihkan perhatian kita.”
Sesuai tema yang diangkat tahun ini yaitu Meningkatkan Kualitas Akhlaq dan Ibadah Generasi Milenial di Era Digital, Sururi mengingatkan keluarga besar MTsN Bangkalan, khususnya para siswa, agar terus introspeksi diri dan menjadi manusia yang berakhlaq mulia ditengah gempuran digitalisasi.
“Ilmu dan akhlaq harus tetap nomor satu. Hati-hati dalam menggunakan produk digital, karena orang yang tidak berilmu dan alim pun bisa seolah-olah berilmu dan alim hanya dengan menyebarkan konten tanpa membaca dan mengetahui kebenarannya,” pungkasnya. (RLS)







