BANGKALAN KLIKSURABAYA CO ID-BATIK Tanjung Bumi kembali tampil membawa identitas Kabupaten Bangkalan ke panggung budaya Jawa Timur. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangkalan, Luthfiana Lukman Hakim, mengenakan batik khas Tanjung Bumi saat menghadiri kegiatan Batik in Motion di Hotel Paseban Sena dan kawasan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang diikuti para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Timur tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat kecintaan terhadap batik sekaligus mempromosikan kekayaan kerajinan dan budaya yang dimiliki masing-masing daerah.
Kehadiran Luthfiana dengan mengenakan batik Tanjung Bumi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan salah satu warisan budaya unggulan Bangkalan kepada masyarakat yang lebih luas.
Bukan sekadar kain bermotif, batik yang dikenakannya juga memiliki makna filosofis. Motif bunga pada batik Tanjung Bumi tersebut melambangkan keharmonisan, sementara warna kuning keemasan menjadi simbol kemakmuran.
“Semoga Kabupaten Bangkalan senantiasa diberkahi kemakmuran,” harap Luthfiana.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan Batik in Motion yang mengusung tema “Tradition in Rhythm, Culture in Movement”. Tradisi dan budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus digerakkan agar semakin dekat dengan masyarakat dan mampu berkembang mengikuti zaman.
Suasana semakin semarak dengan penampilan sekitar 2.500 penari yang membawakan tari line dance secara serentak. Atraksi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.
Bagi Bangkalan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk terus mengangkat potensi batik Tanjung Bumi sebagai identitas daerah. Keunikan motif, filosofi, serta proses pembuatannya menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan kerajinan daerah.
Melalui Batik in Motion, sinergi antardaerah di Jawa Timur diharapkan semakin kuat dalam melestarikan batik sekaligus membuka ruang promosi bagi produk kerajinan unggulan daerah.
Dengan tampilnya batik Tanjung Bumi di tengah perhelatan tersebut, identitas budaya Bangkalan diharapkan semakin dikenal, sekaligus mendorong tumbuhnya apresiasi masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni, filosofi, dan potensi ekonomi.***







