BANGKALAN.KLIKSURABAYA.CO.ID – Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas sebagai fondasi perumusan kebijakan pembangunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Penilaian Interview Tim Penilai Internal (TPI) Kabupaten Bangkalan oleh Tim Penilai Badan (TPB) pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Kabupaten Bangkalan Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring di Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Dalam sesi wawancara, tim penilai melakukan pendalaman terhadap tata kelola data, kualitas data statistik, serta koordinasi antar perangkat daerah dalam mendukung penyelenggaraan Satu Data Indonesia.
Pada penilaian kali ini, pembahasan difokuskan pada data yang dikelola oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag). Kedua perangkat daerah tersebut memaparkan proses pengelolaan data mulai dari pengumpulan, validasi, pemutakhiran hingga pemanfaatannya sebagai dasar penyusunan kebijakan di sektor pertanian, perdagangan, koperasi, dan UMKM.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mengatakan bahwa evaluasi ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperbaiki kualitas tata kelola data statistik sektoral di Kabupaten Bangkalan.
“Data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan publik yang tepat sasaran. Karena itu, melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral ini kami ingin memastikan bahwa seluruh perangkat daerah memiliki tata kelola data yang semakin baik, terintegrasi, dan sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Diskominfo sebagai walidata akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar setiap data yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang sama dan mampu menjadi rujukan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah.
“Kami terus mendorong budaya pengelolaan data yang berkualitas di seluruh OPD. Statistik sektoral tidak hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengambilan keputusan yang efektif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat terwujudnya pembangunan Kabupaten Bangkalan yang berbasis data,” tambah Zainal Alim.
Melalui pelaksanaan EPSS Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan data yang kredibel, terpadu, dan mudah dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.







