Bangkalan.kliksurabaya.co.id – Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menutup kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 kejuruan Processing Program Pembuatan Roti dan Kue, Senin (10/8/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia kerja.
Pelatihan yang berlangsung selama 14 hari, mulai 22 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan, diikuti oleh 16 peserta lulusan SMA/SMK sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangkalan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengatakan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kompetensi yang sesuai standar nasional.
“Pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil di bidang pembuatan roti dan kue yang siap bersaing di pasar kerja maupun mampu membuka usaha secara mandiri. Kami ingin peserta memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik berdasarkan Standar Nasional Kompetensi Kerja Indonesia (SKKNI).
Selain itu, mereka juga dibekali pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pembentukan etos kerja dan soft skill.
Jemmi menyampaikan bahwa seluruh peserta berhasil menyelesaikan pelatihan dan memenuhi standar kelulusan BLK Bangkalan.
“Alhamdulillah, tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Ini menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti proses pelatihan dengan baik dan mencapai target kompetensi yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia menambahkan, pada 11 Agustus 2026 seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelaksanaan uji kompetensi tersebut bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BPVP Sidoarjo Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurut Jemmi, sertifikat kompetensi BNSP menjadi nilai tambah penting bagi peserta karena menjadi bukti pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
“Harapan kami, setelah memperoleh sertifikat kompetensi, para peserta memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja ataupun mengembangkan usaha di bidang bakery dan pastry. Pelatihan vokasi harus menjadi jembatan antara peningkatan keterampilan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 kejuruan Processing Program Pembuatan Roti dan Kue berlangsung lancar, aman, dan dinilai berhasil mencapai target yang telah ditetapkan.







